Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » PETI Kembali Marak di Sausu Torono, Petani Mengeluh: Kapolda dan Kapolres Baru Diharapkan Bertindak!

PETI Kembali Marak di Sausu Torono, Petani Mengeluh: Kapolda dan Kapolres Baru Diharapkan Bertindak!

  • account_circle BoM
  • calendar_month Rab, 21 Okt 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

PARIGI MOUTONG, SEPERDETIK — Kembali maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Dusun Mentawa, Desa Sausu Torono, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadi ujian bagi pengawasan dan penegakan hukum di wilayah tersebut. Aktivitas penambangan yang dilaporkan berlangsung di sejumlah titik di pinggiran sungai itu dikeluhkan petani karena menyebabkan air menjadi keruh dan dikhawatirkan mengancam keberlangsungan pertanian masyarakat.

Di tengah pergantian kepemimpinan kepolisian, masyarakat berharap Kapolda Sulawesi Tengah dan Kapolres Parigi Moutong yang baru dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Penertiban PETI di Sausu Torono dinilai penting agar aktivitas pertambangan yang diduga tidak berizin tidak terus berlangsung tanpa kejelasan status hukum, pengawasan lingkungan, dan pertanggungjawaban terhadap dampak yang ditimbulkan.

Berdasarkan hasil penelusuran investigasi dan konfirmasi kepada sejumlah sumber di lapangan, aktivitas penambangan emas di kawasan Dusun Mentawa masih berlangsung. Sejumlah warga yang berprofesi sebagai petani maupun penambang mengakui adanya kegiatan pertambangan di wilayah tersebut.

Seorang petani setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi air sungai yang selama ini menjadi salah satu penunjang aktivitas pertanian masyarakat.

“Kami sebagai petani merasa khawatir dengan aktivitas yang kembali berlangsung. Air sungai yang biasanya kami manfaatkan untuk kebutuhan pertanian terlihat keruh ketika aktivitas penambangan berlangsung. Kami takut kondisi ini akan berdampak pada lahan pertanian dan penghasilan masyarakat yang bergantung pada air,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat tidak bermaksud menghalangi siapa pun mencari nafkah. Namun, kegiatan ekonomi semestinya tetap memperhatikan dampak lingkungan dan kepentingan warga lain yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

“Kami tidak bermaksud menghalangi orang mencari nafkah, tetapi aktivitas seperti ini harus memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat lainnya. Jangan sampai kegiatan pertambangan terus berjalan, sementara petani yang justru menanggung akibatnya. Kami berharap pemerintah dan instansi terkait turun langsung melihat kondisi di lapangan,” tambahnya.

Keluhan tersebut patut menjadi perhatian serius, terlebih aktivitas penambangan dilaporkan berlangsung di pinggiran sungai. Apabila kegiatan itu menyebabkan peningkatan kekeruhan air dan sedimentasi, terutama terhadap kualitas air, hal ini akan sangat merugikan petani.

Dugaan Pemodal dari Luar Daerah dan Keterkaitan Oknum Aparat Perlu Ditelusuri

Di sisi lain, seorang penambang yang juga meminta identitasnya tidak dipublikasikan membenarkan adanya aktivitas penambangan emas di Dusun Mentawa. Ia menyebut kegiatan tersebut berlangsung di beberapa titik dan menyampaikan informasi mengenai dugaan keterlibatan pemodal dari luar Sulawesi Tengah serta oknum aparat.

“Memang ada aktivitas penambangan emas di Dusun Mentawa dan kegiatan itu berlangsung di beberapa titik. Aktivitas tersebut diketahui oleh masyarakat sekitar, bahkan pemerintah desa. Ada orang dari luar Sulteng, bahkan ada oknum (APH),” ujarnya.

Hasil penelusuran juga memunculkan informasi mengenai dugaan keterlibatan pemodal dari sejumlah wilayah di Sulawesi. Selain itu, terdapat informasi mengenai dugaan keterkaitan seorang oknum aparat berinisial E dengan aktivitas pertambangan tersebut.

Seorang sumber yang mengetahui informasi mengenai aktivitas tersebut berharap persoalan ini tidak berhenti pada keluhan masyarakat, tetapi ditindaklanjuti melalui pemeriksaan langsung oleh pihak berwenang.

Apabila terdapat dugaan keterlibatan oknum aparat, pemeriksaan juga perlu dilakukan sesuai mekanisme hukum dan etik yang berlaku, tanpa melindungi pihak mana pun yang terbukti melakukan pelanggaran. Langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Harapan kepada K

  • Penulis: BoM

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibrahim disdik

    Jelang TKA 2026, Disdikbud Parigi Moutong Larang Mutasi Siswa Kelas VI

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 183
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong melakukan verifikasi faktual (verfak) dan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas VI Sekolah Dasar Tahun Ajaran 2025–2026. Pelaksanaan TKA dijadwalkan pada Maret–April 2026. Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, menegaskan agar orang tua tidak memindahkan […]

  • Disdikbud Parigi Moutong Tingkatkan Kompetensi Literasi Digital Guru SD

    Disdikbud Parigi Moutong Tingkatkan Kompetensi Literasi Digital Guru SD

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 90
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Literasi Digital bagi kepala sekolah dan guru Sekolah Dasar (SD) tahun 2026 di aula Disdikbud Parigi Moutong, Senin (27/4/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kompetensi tenaga pendidik dalam literasi digital sebagai bagian dari upaya transformasi mutu pendidikan dan pemerataan kualitas pembelajaran […]

  • Bupati Parigi Moutong Lepas Pawai Ogoh-Ogoh, Gaungkan Semangat Toleransi dan Pelestarian Budaya

    Bupati Parigi Moutong Lepas Pawai Ogoh-Ogoh, Gaungkan Semangat Toleransi dan Pelestarian Budaya

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya mewarnai pelaksanaan Pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Desa Tolai, Kecamatan Torue, Rabu (18/3/2026). Kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, serta disaksikan ratusan masyarakat yang memadati sepanjang jalur pawai. Dalam sambutannya, […]

  • Ringankan Beban Masyarakat, Pemkab Parigi Moutong Distribusikan Ribuan Tabung LPG Gratis

    Ringankan Beban Masyarakat, Pemkab Parigi Moutong Distribusikan Ribuan Tabung LPG Gratis

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Upaya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pemerintah daerah mulai mendistribusikan ribuan tabung gas LPG 3 kilogram secara cuma-cuma kepada keluarga berpenghasilan rendah di sejumlah wilayah. Program bantuan tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah kecamatan agar proses penyaluran berjalan […]

  • Tradisi Melasti di Bolano Lambunu Diharapkan Perkokoh Nilai Dharma dan Kebangsaan

    Tradisi Melasti di Bolano Lambunu Diharapkan Perkokoh Nilai Dharma dan Kebangsaan

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik –  Nilai-nilai spiritual, pelestarian budaya, dan semangat hidup rukun menjadi pesan utama yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong pada pelaksanaan prosesi Melasti dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kegiatan keagamaan umat Hindu tersebut berlangsung khidmat di Desa Siendeng, Kecamatan Bolano Lambunu, Selasa (17/03/2026). Pada kesempatan itu, Wakil Bupati […]

  • Semangat Menyambut Idulfitri, Pawai Takbiran Parigi Moutong Berlangsung Aman dan Meriah

    Semangat Menyambut Idulfitri, Pawai Takbiran Parigi Moutong Berlangsung Aman dan Meriah

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Suasana malam menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Parigi Moutong dipenuhi lantunan takbir yang menggema dari ratusan peserta pawai takbiran. Kegiatan yang dipusatkan di depan Rumah Jabatan Bupati Parigi Moutong, Jumat malam (20/3/2026), secara resmi diberangkatkan oleh Bupati H. Erwin Burase. Pawai yang diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Muslim Parigi […]

expand_less