Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Disdikbud Parigi Moutong Soroti Rendahnya Angka Partisipasi SMP

Disdikbud Parigi Moutong Soroti Rendahnya Angka Partisipasi SMP

  • account_circle Seperdetik.id
  • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
  • visibility 7
  • comment 0 komentar

PARIGI MOUTONG – Di tengah capaian positif sektor pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong sepanjang 2025, masih terselip satu persoalan mendasar yang menjadi perhatian serius, yakni rendahnya partisipasi pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Data evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong menunjukkan, angka partisipasi pendidikan yang cukup tinggi pada jenjang pendidikan dasar belum sepenuhnya berlanjut ke tingkat menengah pertama.

Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs tercatat hanya mencapai 68,21 persen dari target 83,43 persen. Sementara Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs berada di angka 57,63 persen dari target 82,83 persen.

Dari capaian itu, APK SMP masuk kategori cukup dengan realisasi 81,78 persen terhadap target, sedangkan APM SMP hanya mencapai 69,58 persen dan masih masuk kategori kurang.

Data tersebut memperlihatkan masih adanya jarak antara anak usia sekolah yang seharusnya mengenyam pendidikan menengah pertama dengan realitas di lapangan.

Plt Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, mengakui bahwa jenjang SMP masih menjadi titik lemah dalam peta pendidikan daerah.

“Sebagian besar indikator kinerja tahun 2025 menunjukkan capaian sangat baik karena realisasinya melampaui target. Namun, masih ada indikator yang perlu mendapat perhatian, khususnya pada jenjang SMP/MTs,” kata Sunarti di Parigi, Jumat (1/5/2026).

Jika dibandingkan dengan capaian pendidikan dasar, kesenjangan itu terlihat cukup mencolok. Pada jenjang SD/MI, APK mencapai 98,01 persen dari target 92,62 persen, sedangkan APM SD/MI berada di angka 92,55 persen dari target 92,41 persen.

Artinya, akses pendidikan dasar di Parigi Moutong relatif sudah menjangkau hampir seluruh anak usia sekolah. Namun, transisi menuju pendidikan menengah pertama belum berjalan optimal.

Dalam konteks pendidikan, rendahnya APK dan APM SMP bukan sekadar persoalan angka. Data itu menunjukkan kemungkinan adanya anak-anak yang berhenti sekolah setelah menyelesaikan pendidikan dasar, atau belum melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Fenomena ini dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, keterbatasan akses sekolah, hingga faktor sosial di lingkungan tempat tinggal.

Kabupaten Parigi Moutong yang memiliki wilayah geografis cukup luas, dengan sejumlah desa yang berada di daerah terpencil, menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan pendidikan menengah.

Sunarti mengatakan, persoalan keberlanjutan pendidikan harus menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga dan masyarakat.

Menurut dia, memastikan anak tetap berada dalam sistem pendidikan hingga jenjang lebih tinggi merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Selain memastikan tidak ada anak putus sekolah, kita juga harus meningkatkan prestasi. Outputnya adalah menciptakan anak yang mampu bersaing dengan daerah lain, sehingga di manapun mereka menimba ilmu, mereka bisa masuk sesuai harapan,” ujarnya.

Rendahnya partisipasi pada jenjang SMP juga berpotensi memengaruhi indikator pendidikan jangka panjang, termasuk rata-rata lama sekolah dan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Padahal, salah satu indikator yang justru menunjukkan hasil positif adalah rata-rata lama sekolah yang mencapai 8,07 tahun dari target 7,97 tahun.

Capaian itu menunjukkan masyarakat Parigi Moutong mulai memiliki akses pendidikan yang lebih baik, tetapi keberlanjutan pada jenjang menengah masih perlu diperkuat.

Bagi Disdikbud, kondisi ini menjadi catatan penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan tahun berikutnya.

Upaya peningkatan partisipasi pendidikan menengah diperkirakan akan difokuskan pada penguatan akses, peningkatan kesadaran masyarakat, serta pemetaan wilayah dengan angka putus sekolah yang masih tinggi.

Di tengah capaian mayoritas indikator pendidikan yang melampaui target, angka partisipasi SMP menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya soal membuka akses di tingkat dasar, tetapi juga memastikan anak-anak tetap melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Sebab, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari seberapa banyak anak masuk sekolah, tetapi juga seberapa jauh mereka mampu bertahan dan menuntaskan pendidikan secara berkelanjutan.*

  • Penulis: Seperdetik.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Anak PAUD Parigi Moutong Ikuti Karnaval Hardiknas 2026 di Parigi

    Ratusan Anak PAUD Parigi Moutong Ikuti Karnaval Hardiknas 2026 di Parigi

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 6
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG – Sebanyak 59 kontingen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terdiri atas Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) se-Kecamatan Parigi mengikuti pawai karnaval dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Toraranga, Parigi, Sabtu (1/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di depan Perpustakaan Daerah Parigi itu berlangsung meriah meski sempat diguyur hujan. […]

  • Parigi Moutong Raih UHC Award 2026, Komitmen Jamin Kesehatan Warga Diakui Nasional

    Parigi Moutong Raih UHC Award 2026, Komitmen Jamin Kesehatan Warga Diakui Nasional

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, Seperdetik— Komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam menjamin akses layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan kembali mendapat pengakuan nasional. Kabupaten Parigi Moutong berhasil meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 Kategori Madya, sebuah capaian yang menegaskan keseriusan daerah dalam memperluas perlindungan jaminan kesehatan bagi masyarakat.   Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Parigi Moutong, […]

  • Raker Pemprov Sulteng dan Safari Ramadhan di Parigi Moutong, Bupati Erwin Burase Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Kemiskinan

    Raker Pemprov Sulteng dan Safari Ramadhan di Parigi Moutong, Bupati Erwin Burase Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Kemiskinan

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik– Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah yang dirangkaikan dengan Safari Ramadhan Tahun 2026, Kamis (26/2/2026).   Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah, Wakil Gubernur, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Parigi Moutong, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sekretaris Daerah, para […]

  • Desain yang Melampaui Batas: Ketika Seni Bertemu Teknologi dalam Perangkat Elektronik

    Desain yang Melampaui Batas: Ketika Seni Bertemu Teknologi dalam Perangkat Elektronik

    • calendar_month Jum, 2 Feb 2024
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Diduga Tipu Calon Mitra MBG, Oknum Pimpinan dan Perwakilan Yayasan PPBI Terima Dana Ratusan Juta Tanpa Kejelasan

    Diduga Tipu Calon Mitra MBG, Oknum Pimpinan dan Perwakilan Yayasan PPBI Terima Dana Ratusan Juta Tanpa Kejelasan

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 58
    • 0Komentar

    PARIGI, Seperdetik – Sejumlah warga mendatangi Sekretariat Laskar Merah Putih (LMP) Cabang Parigi, Senin sore (11/5/2026), untuk mengadukan dugaan penipuan yang melibatkan oknum pimpinan dan perwakilan Yayasan Pelita Prabu Berjaya Indonesia (PPBI) di Kabupaten Parigi Moutong. Para korban mengaku telah menyerahkan uang dalam jumlah besar kepada oknum-oknum tersebut dengan iming-iming menjadi mitra BGN melalui yayasan […]

  • Erwin Burase Turun ke SD Terpencil Bainaa Barat, Pastikan Penanganan Akses Sekolah

    Erwin Burase Turun ke SD Terpencil Bainaa Barat, Pastikan Penanganan Akses Sekolah

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 8
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, meninjau langsung Sekolah Dasar Terpencil di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kamis (30/4/2026), setelah kondisi siswa yang harus menyeberangi sungai tanpa jembatan untuk menuju sekolah viral di media sosial. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung berbagai persoalan mendasar yang menghambat proses belajar mengajar, mulai dari […]

expand_less