Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » PN Parigi Nyatakan Gugatan Hartono terhadap Bupati Parigi Moutong Tidak Dapat Diterima

PN Parigi Nyatakan Gugatan Hartono terhadap Bupati Parigi Moutong Tidak Dapat Diterima

  • account_circle Seperdetik.id
  • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
  • visibility 209
  • comment 0 komentar

PARIGI MOUTONG – Pengadilan Negeri (PN) Parigi menyatakan gugatan warga negara (Citizen Lawsuit/CLS) yang diajukan Hartono Taharudin terhadap Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, tidak dapat diterima dalam sidang putusan perkara Nomor 42/Pdt.G/2026/PN Prg yang digelar pada Rabu, (3/6/2026).

Majelis hakim menyatakan gugatan tersebut tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard) karena syarat formil pengajuan gugatan warga negara belum terpenuhi. Selain itu, penggugat juga dihukum membayar biaya perkara sebesar Rp163.000.

“Ini menjadi putusan akhir. Dalam amar putusan, pertama menyatakan gugatan warga negara dari penggugat tidak dapat diterima. Kedua, menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp163.000,” kata Humas PN Parigi, Herma Santika Girsan, usai sidang.

Menurut Herma, putusan tersebut didasarkan pada pertimbangan syarat formil sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Mahkamah Agung Nomor 36/KMA/SK/II/2013 tentang Pemberlakuan Pedoman Penanganan Perkara Lingkungan Hidup.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum gugatan warga negara diajukan ke pengadilan. Namun, dalam perkara tersebut, syarat formil yang diatur pada huruf e, f, dan g belum terpenuhi.

Salah satu pertimbangan majelis hakim adalah notifikasi atau pemberitahuan yang disampaikan penggugat kepada pihak tergugat belum memenuhi tenggang waktu 60 hari sebelum gugatan didaftarkan ke pengadilan.

“Karena notifikasi wajib diajukan dalam jangka waktu 60 hari sebelum gugatan didaftarkan, dan ketentuan itu bersifat wajib. Oleh karena itu, syarat formil gugatan dinilai belum terpenuhi,” jelasnya.

Sidang putusan tersebut dihadiri langsung oleh penggugat, Hartono Taharudin, sedangkan pihak tergugat diwakili kuasa hukumnya, Mohammad Rafly.

Menanggapi putusan tersebut, Hartono mengaku masih mempertimbangkan langkah hukum lanjutan, baik mengajukan banding maupun mendaftarkan kembali gugatan setelah syarat tenggang waktu pemberitahuan 60 hari terpenuhi.

“Kami masih pikir-pikir apakah akan banding atau mengajukan gugatan kembali. Karena yang menjadi persoalan hanya terkait masa pemberitahuan 60 hari,” ujar Hartono.

Ia menuturkan, hingga saat ini somasi yang telah dilayangkan kepada Bupati Parigi Moutong belum mendapatkan tanggapan. Karena itu, pihaknya masih menunggu masa inkrah selama 14 hari sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

“Apalagi somasi kami sampai sekarang belum dibalas. Makanya kami masih menunggu 14 hari masa inkrah, apakah akan banding atau mengajukan gugatan lagi karena nantinya sudah memenuhi 60 hari,” katanya.

Meski demikian, Hartono mengaku menerima putusan majelis hakim dan mengakui bahwa gugatan yang diajukan memang belum memenuhi ketentuan tenggang waktu 60 hari sebagaimana dipersyaratkan dalam mekanisme gugatan warga negara.

Namun, ia menilai belum adanya respons terhadap somasi yang telah disampaikan dapat menjadi pertimbangan untuk menempuh upaya hukum selanjutnya.

“Tapi saya rasa ini menjadi kode bagi pemerintah daerah untuk berbenah. Kalau ada upaya dari pemerintah daerah untuk membalas somasi kami, mungkin kami akan mempertimbangkan kembali untuk mengajukan gugatan,” pungkasnya.

Diketahui, gugatan warga negara tersebut diajukan terhadap Bupati Parigi Moutong karena dinilai lalai melakukan pemeliharaan pohon dan fasilitas publik yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.

Gugatan itu berkaitan dengan peristiwa pohon tumbang di Jalan Lida Gimba, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, yang mengakibatkan dua warga meninggal dunia. Selain itu, satu korban lainnya mengalami luka berat dan sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. *Red

  • Penulis: Seperdetik.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disdikbud Parigi Moutong Minta Sekolah Selaraskan RKAS dengan Program Prioritas Pendidikan

    Disdikbud Parigi Moutong Temukan Pelanggaran Tata Tertib pada Pelaksanaan TKA

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 93
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong menemukan sejumlah pelanggaran tata tertib dan kendala teknis dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang pertama tahap satu dan dua. Temuan itu mencuat setelah Disdikbud melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang telah menyelesaikan pelaksanaan ujian. Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan evaluasi dilakukan […]

  • PETI di Desa Tombi Kembali Beroperasi, Muncul Dugaan Keterlibatan Mantan Anggota DPRD Kabupaten Sidrap

    PETI di Desa Tombi Kembali Beroperasi, Muncul Dugaan Keterlibatan Mantan Anggota DPRD Kabupaten Sidrap

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
    • account_circle Bob
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik.id– Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang tidak mengantongi izin di Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah kembali menuai sorotan. Sejumlah alat berat dan pekerja dilaporkan beroperasi di lokasi yang diduga merupakan area tambang ilegal, memunculkan berbagai pertanyaan terkait legalitas kegiatan tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber […]

  • Parigi Moutong Matangkan Konsep Gerbang Desa untuk Sinkronkan Program OPD

    Parigi Moutong Matangkan Konsep Gerbang Desa untuk Sinkronkan Program OPD

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Model pembangunan berbasis kolaborasi antarsektor tengah disiapkan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk memperkuat pemerataan pembangunan di seluruh desa. Melalui konsep Gerbang Desa, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan memiliki arah kebijakan yang sama dalam menjalankan program pembangunan. Melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), penyusunan Gerbang Desa diarahkan menjadi pedoman bagi […]

  • Dekranasda Parigi Moutong Tampilkan Produk Unggulan UMKM di Pameran MTQ Sulawesi Tengah

    Dekranasda Parigi Moutong Tampilkan Produk Unggulan UMKM di Pameran MTQ Sulawesi Tengah

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 111
    • 0Komentar

    SIGI – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Parigi Moutong memanfaatkan ajang Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah kepada masyarakat. Pameran yang berlangsung di kawasan Taman Likuifaksi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sabtu (6/6/2026), diikuti oleh […]

  • Pra UKW di Banggai, Penguji Ingatkan Pelajari Regulasi Pers dan Tak Jadi Pendengung

    Pra UKW di Banggai, Penguji Ingatkan Pelajari Regulasi Pers dan Tak Jadi Pendengung

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BANGGAI, SEPERDETIK – Sekretaris PWI Sulawesi Tengah (Sulteng), Temu Sutrisno mengingatkan agar mempelajari materi yang akan diberikan saat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada Senin (7/9/2026) sampai Selasa (8/9/2026). Hal itu disampaikan Temu saat pra UKW di Sekretariat PWI Kabupaten Banggai, Jl Samratulangi, Kelurahan Soho, Kecamatan Luwuk. Peserta pra UKW merupakan 18 jurnalis dari Kabupaten Banggai, […]

  • Tambang Emas Ilegal di Lambunu Parimo Kembali Marak, Pelaku Terkesan Kebal Hukum

    Tambang Emas Ilegal di Lambunu Parimo Kembali Marak, Pelaku Terkesan Kebal Hukum

    • calendar_month Ming, 20 Sep 2026
    • account_circle Mon
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) di Desa Lambunu Utara dan Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kembali marak. Meski sempat ditertibkan aparat penegak hukum (APH), para pelaku kini kembali beroperasi seolah tak tersentuh hukum. Berdasarkan laporan yang diterima, aktivitas Peti di Desa Tirtanagaya dan Lambunu […]

expand_less