Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Distribusi dan Kualifikasi Guru Masih Jadi Tantangan Pendidikan di Parigi Moutong

Distribusi dan Kualifikasi Guru Masih Jadi Tantangan Pendidikan di Parigi Moutong

  • account_circle Seperdetik.id
  • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

PARIGI MOUTONG – Di balik capaian positif sektor pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong sepanjang 2025, persoalan tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong menunjukkan, distribusi guru dan kualifikasi tenaga pendidik masih belum ideal.

Padahal, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh akses sekolah dan kualitas layanan, tetapi juga oleh ketersediaan guru yang kompeten dan tersebar merata.

Plt Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, mengatakan, aspek tenaga pendidik masih menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Menurut dia, tantangan pada sektor guru perlu menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap proses pembelajaran di sekolah.

Data Disdikbud mencatat, persentase guru berkualifikasi sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) baru mencapai 53,54 persen. Sementara target yang ditetapkan berada di angka 69,82 persen. Di sisi lain, distribusi guru sesuai standar juga tercatat masih berada pada angka 56,48 persen dari target 82,14 persen.

Sekilas, angka realisasi itu terlihat masih cukup jauh dari target yang diharapkan. Namun, dalam laporan evaluasi kinerja, kedua indikator tersebut justru tercatat memiliki capaian tinggi, masing-masing 130,41 persen dan 145,43 persen.

Sunarti menjelaskan, tingginya capaian indikator itu disebabkan oleh metode perhitungan yang mengacu pada standar pelayanan minimal yang berbeda. Dengan kata lain, secara administratif indikator dinilai melampaui target, tetapi secara faktual tantangan distribusi dan kualitas guru masih ada.

“Indikator kualitas layanan pendidikan menunjukkan tren yang sangat baik, baik dari sisi akreditasi maupun standar pelayanan,” kata Sunarti di Parigi, Jumat (1/5/2026).

Dalam praktiknya, persoalan distribusi guru sering kali berkaitan dengan ketimpangan penempatan tenaga pendidik antar wilayah. Sekolah-sekolah yang berada di wilayah perkotaan atau pusat kecamatan cenderung lebih mudah memenuhi kebutuhan guru, sementara sekolah di daerah terpencil masih menghadapi keterbatasan.

Kondisi geografis Kabupaten Parigi Moutong yang cukup luas, dengan bentang wilayah dari pesisir hingga pegunungan, menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan tenaga pendidik.

Ketimpangan distribusi guru dapat berdampak pada kualitas pembelajaran, terutama di sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar atau harus mengandalkan guru dengan beban kerja berlebih.

Selain distribusi, persoalan kualifikasi guru juga menjadi faktor penting. Guru dengan kompetensi yang sesuai standar memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Dalam konteks pendidikan, kualitas guru menjadi fondasi utama dalam membentuk kualitas lulusan.

Sunarti menegaskan, capaian indikator yang baik tidak boleh membuat pemerintah daerah mengabaikan persoalan mendasar di lapangan. Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga pendidik harus menjadi bagian dari agenda berkelanjutan.

“Kami telah mencapai target yang ditetapkan, namun capaian tersebut tidak boleh membuat kita terlena. Apa yang sudah diraih harus terus ditingkatkan, dengan menetapkan target yang lebih tinggi di masa mendatang,” ujarnya.

Bagi Disdikbud, upaya perbaikan ke depan tidak hanya berkutat pada pemenuhan jumlah guru, tetapi juga peningkatan kapasitas dan pemerataan penempatan.

Pelatihan, peningkatan kompetensi, serta penataan distribusi guru dinilai menjadi langkah penting agar kualitas layanan pendidikan bisa dirasakan lebih merata.

Sunarti berharap, perbaikan pada sektor tenaga pendidik dapat berdampak langsung pada peningkatan prestasi siswa.

Sebab, menurut dia, guru adalah salah satu faktor paling menentukan dalam membangun daya saing generasi muda.

“Selain memastikan tidak ada anak putus sekolah, kita juga harus meningkatkan prestasi. Outputnya adalah menciptakan anak yang mampu bersaing dengan daerah lain, sehingga di manapun mereka menimba ilmu, mereka bisa masuk sesuai harapan,” kata Sunarti.*

  • Penulis: Seperdetik.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teknologi Antariksa: Inovasi Terbaru yang Mendorong Kita ke Batas Baru

    Teknologi Antariksa: Inovasi Terbaru yang Mendorong Kita ke Batas Baru

    • calendar_month Sel, 27 Feb 2024
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 414
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Bappelitbangda: Bantuan Alat Berat Akan Dukung Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Desa

    Bappelitbangda: Bantuan Alat Berat Akan Dukung Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Desa

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus mencari terobosan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, terutama kawasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi. Salah satu upaya yang tengah dipersiapkan adalah pemanfaatan bantuan alat berat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang direncanakan masuk melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan […]

  • Tambang Emas Ilegal di Lambunu Parimo Kembali Marak, Pelaku Terkesan Kebal Hukum

    Tambang Emas Ilegal di Lambunu Parimo Kembali Marak, Pelaku Terkesan Kebal Hukum

    • calendar_month Ming, 20 Sep 2026
    • account_circle Mon
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) di Desa Lambunu Utara dan Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kembali marak. Meski sempat ditertibkan aparat penegak hukum (APH), para pelaku kini kembali beroperasi seolah tak tersentuh hukum. Berdasarkan laporan yang diterima, aktivitas Peti di Desa Tirtanagaya dan Lambunu […]

  • Pemerataan Pendidikan Jadi Prioritas, Bappelitbangda Siapkan Beragam Program Bantuan

    Pemerataan Pendidikan Jadi Prioritas, Bappelitbangda Siapkan Beragam Program Bantuan

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Program bantuan pendidikan menjadi salah satu prioritas yang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kebijakan tersebut dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memperluas kesempatan anak-anak memperoleh layanan pendidikan yang layak. Kebijakan tersebut disiapkan melalui perencanaan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) dengan menitikberatkan pada […]

  • Bupati Parigi Moutong Hadiri Peresmian Pos Bantuan Hukum dan Deklarasi Desa Bersinar di Sulawesi Tengah

    Bupati Parigi Moutong Hadiri Peresmian Pos Bantuan Hukum dan Deklarasi Desa Bersinar di Sulawesi Tengah

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Bupati Parigi Moutong Hadiri Peresmian Pos Bantuan Hukum dan Deklarasi Desa Bersinar di Sulawesi Tengah   PALU, Seperdetik– Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, S.Kom bersama Wakil Bupati H. Abdul Sahid, S.Pd, menghadiri kegiatan Peresmian Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang dirangkaikan dengan Deklarasi Desa/Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) serta Pelatihan Paralegal, yang dilaksanakan secara serentak di […]

  • Satu Blok Puluhan Alat Berat, WPR Kayuboko Masihkah Mencerminkan Pertambangan Rakyat?

    Satu Blok Puluhan Alat Berat, WPR Kayuboko Masihkah Mencerminkan Pertambangan Rakyat?

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 725
    • 0Komentar

    Oleh: Fadli Arifin Azis Ketua Markas Cabang LMP Parigi Moutong Ada pertanyaan mendasar yang patut diajukan ketika wilayah yang diperuntukkan bagi pertambangan rakyat justru dipenuhi alat berat dalam jumlah besar. Kondisi faktual di lapangan menunjukkan, dalam satu blok IPR beroperasi lebih dari 10 unit excavator, disertai loader, bulldozer dan truk pengangkut material. Pertanyaannya sederhana, masihkah […]

expand_less