Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Sekjend LMP Instruksikan LMP Parigi Moutong Dampingi Petani Terdampak Tambang di Kayuboko

Sekjend LMP Instruksikan LMP Parigi Moutong Dampingi Petani Terdampak Tambang di Kayuboko

  • account_circle Bob
  • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar

PARIGI MOUTONG, SEPERDETIK – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Markas Besar Laskar Merah Putih (Mabes LMP), Dr. Abdul Rachman Thaha, S.H., M.H., meminta jajaran Markas Cabang (Macab) Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Parigi Moutong untuk memberikan pendampingan kepada para petani yang terdampak aktivitas pertambangan di wilayah Kayuboko dan kawasan sekitarnya.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul semakin memprihatinkannya kondisi lahan pertanian di wilayah Pombalowo, dan daerah sekitarnya, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan masyarakat.

Menurut Abdul Rachman Thaha, berbagai laporan yang diterimanya menunjukkan bahwa sejumlah petani mengalami penurunan hasil produksi secara drastis, bahkan tidak sedikit yang mengalami gagal panen akibat perubahan kualitas lingkungan yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan di wilayah hulu.

“Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan bangsa. Ketika mereka kehilangan kemampuan untuk mengolah lahan dan menghasilkan pangan, maka yang terancam bukan hanya ekonomi keluarga petani, tetapi juga keberlanjutan pasokan pangan masyarakat,” ujar Abdul Rachman Thaha dalam keterangannya, Senin (29/06/2026).

Ia menilai kondisi yang terjadi saat ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga berpotensi mengancam stabilitas sektor pertanian dalam jangka panjang.

Berdasarkan keluhan masyarakat, sumber air yang selama ini digunakan untuk mengairi sawah mengalami perubahan kualitas. Air yang masuk ke areal pertanian diduga tercemar material lumpur dan sedimentasi sehingga mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi.

Akibatnya, banyak tanaman padi tumbuh tidak normal, batang menjadi kerdil, perkembangan akar terganggu, dan produktivitas sawah terus mengalami penurunan. Bahkan sebagian petani mengaku tidak lagi berani menanam karena khawatir mengalami kerugian yang lebih besar.

Selain menurunkan hasil panen, kondisi tersebut juga berdampak pada meningkatnya biaya produksi pertanian. Petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan tanaman, sementara hasil yang diperoleh jauh dari harapan.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Lahan yang sebelumnya produktif kini mengalami penurunan kemampuan produksi. Ada petani yang gagal panen, ada yang terpaksa menghentikan aktivitas bercocok tanam karena air yang menjadi sumber kehidupan pertanian sudah tidak lagi memberikan jaminan bagi keberhasilan tanaman mereka,” katanya.

Bertentangan dengan Semangat Asta Cita

Abdul Rachman Thaha menegaskan bahwa kondisi tersebut berbanding terbalik dengan visi besar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui program Asta Cita, khususnya pada sektor ketahanan pangan dan kemandirian pangan nasional.

Pemerintah pusat saat ini tengah mendorong peningkatan produksi pangan, optimalisasi lahan pertanian, serta perlindungan terhadap petani sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional.

Namun, menurutnya, cita-cita besar tersebut akan sulit tercapai apabila lahan-lahan produktif justru mengalami kerusakan dan petani kehilangan hak untuk mendapatkan lingkungan yang layak bagi kegiatan pertanian.

“Bagaimana mungkin kita berbicara tentang swasembada pangan dan ketahanan pangan khususnya di wilayah Sulteng jika petani tidak lagi dapat menanam dengan baik, negara harus hadir memastikan bahwa sektor pertanian terlindungi dari segala bentuk aktivitas yang berpotensi merusak sumber-sumber produksi pangan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa menjaga keberlangsungan lahan pertanian bukan semata-mata persoalan ekonomi masyarakat desa, melainkan bagian dari menjaga kedaulatan pangan bangsa.

LMP Wajib Dampingi Petani

Sebagai bentuk komitmen organisasi, MABES LMP meminta jajaran LMP Parigi Moutong untuk turun langsung melakukan pendataan, advokasi, serta pendampingan terhadap petani yang mengalami kerugian akibat dampak aktivitas pertambangan.

Pendampingan tersebut meliputi pengumpulan data kerusakan lahan, dokumentasi kerugian petani, hingga upaya memperjuangkan hak-hak masyarakat melalui jalur hukum yang tersedia.

“LMP harus hadir bersama rakyat. Ketika petani menghadapi kesulitan, organisasi harus berdiri di samping mereka, mendengar keluhan mereka, dan membantu memperjuangkan hak-hak yang hilang,” ujar Abdul Rachman Thaha.

Dorong Gugatan Class Action

Lebih lanjut, Abdul Rachman Thaha menyatakan bahwa apabila ditemukan bukti dan dasar hukum yang memadai terkait kerugian yang dialami masyarakat, maka petani memiliki hak untuk menempuh langkah hukum guna memperoleh keadilan.

Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah gugatan perwakilan kelompok (class action) melalui Pengadilan Negeri terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kerugian yang dialami petani.

“Kerugian yang dialami petani tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Jika hak-hak mereka hilang, sumber penghidupan mereka terganggu, dan produktivitas lahan menurun akibat suatu aktivitas yang merugikan masyarakat, maka ada mekanisme hukum yang dapat ditempuh untuk mencari keadilan dan pemulihan hak,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari langkah hukum bukan sekadar memperoleh ganti rugi, tetapi juga memastikan adanya pemulihan lingkungan, perlindungan terhadap lahan pertanian produktif, serta jaminan agar peristiwa serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

“LMP akan berdiri bersama petani. Ketahanan pangan tidak boleh dikorbankan. Hak-hak petani harus dipulihkan, lingkungan harus dijaga, dan negara harus memastikan bahwa pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan terhadap sumber kehidupan masyarakat,” pungkas Abdul Rachman Thaha.

  • Penulis: Bob

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum Pra Musrenbang Bahas Langkah Strategis Penanganan Stunting di Parigi Moutong

    Forum Pra Musrenbang Bahas Langkah Strategis Penanganan Stunting di Parigi Moutong

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Komitmen mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Parigi Moutong kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Stunting Tahun 2026 yang digelar di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Jumat (27/3/2026). Forum tersebut menjadi wadah untuk menyatukan langkah lintas sektor dalam menyusun kebijakan dan program yang lebih terintegrasi guna […]

  • Disdikbud Parigi Moutong Minta Sekolah Selaraskan RKAS dengan Program Prioritas Pendidikan

    Disdikbud Parigi Moutong Minta Sekolah Selaraskan RKAS dengan Program Prioritas Pendidikan

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 59
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong meminta seluruh satuan pendidikan menyelaraskan penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dengan program prioritas pendidikan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan pendampingan teknis peningkatan kapasitas satuan pendidikan sekaligus sosialisasi petunjuk teknis (juknis) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2026 […]

  • Asal Usul yang Tak Terduga: Awal Mula Sederhana Para Raksasa Teknologi Masa Kini

    Asal Usul yang Tak Terduga: Awal Mula Sederhana Para Raksasa Teknologi Masa Kini

    • calendar_month Ming, 25 Feb 2024
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 908
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Tradisi Melasti di Bolano Lambunu Diharapkan Perkokoh Nilai Dharma dan Kebangsaan

    Tradisi Melasti di Bolano Lambunu Diharapkan Perkokoh Nilai Dharma dan Kebangsaan

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik –  Nilai-nilai spiritual, pelestarian budaya, dan semangat hidup rukun menjadi pesan utama yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong pada pelaksanaan prosesi Melasti dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kegiatan keagamaan umat Hindu tersebut berlangsung khidmat di Desa Siendeng, Kecamatan Bolano Lambunu, Selasa (17/03/2026). Pada kesempatan itu, Wakil Bupati […]

  • Anggaran Terbatas, Bantuan Mahasiswa Parigi Moutong Resmi Ditiadakan

    Anggaran Terbatas, Bantuan Mahasiswa Parigi Moutong Resmi Ditiadakan

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 60
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memastikan tidak lagi mengalokasikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa pada tahun anggaran 2026. Kebijakan tersebut diambil akibat keterbatasan fiskal daerah yang semakin tertekan oleh meningkatnya beban belanja pegawai. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, mengatakan bahwa penghapusan bantuan pendidikan mahasiswa merupakan bagian […]

  • RP2KPKPK Dikebut, Bappelitbangda Tingkatkan Kesiapan Usulan Program Permukiman

    RP2KPKPK Dikebut, Bappelitbangda Tingkatkan Kesiapan Usulan Program Permukiman

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Peluang Kabupaten Parigi Moutong memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat untuk penanganan kawasan permukiman kumuh terus dipersiapkan melalui penyempurnaan dokumen perencanaan. Langkah tersebut dilakukan agar pemerintah daerah memiliki landasan yang kuat dalam mengajukan berbagai program peningkatan kualitas lingkungan permukiman pada tahun-tahun mendatang. Salah satu dokumen yang saat ini menjadi perhatian adalah Rencana […]

expand_less