Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Sekjend LMP Instruksikan LMP Parigi Moutong Dampingi Petani Terdampak Tambang di Kayuboko

Sekjend LMP Instruksikan LMP Parigi Moutong Dampingi Petani Terdampak Tambang di Kayuboko

  • account_circle Bob
  • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
  • visibility 115
  • comment 0 komentar

PARIGI MOUTONG, SEPERDETIK – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Markas Besar Laskar Merah Putih (Mabes LMP), Dr. Abdul Rachman Thaha, S.H., M.H., meminta jajaran Markas Cabang (Macab) Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Parigi Moutong untuk memberikan pendampingan kepada para petani yang terdampak aktivitas pertambangan di wilayah Kayuboko dan kawasan sekitarnya.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul semakin memprihatinkannya kondisi lahan pertanian di wilayah Pombalowo, dan daerah sekitarnya, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan masyarakat.

Menurut Abdul Rachman Thaha, berbagai laporan yang diterimanya menunjukkan bahwa sejumlah petani mengalami penurunan hasil produksi secara drastis, bahkan tidak sedikit yang mengalami gagal panen akibat perubahan kualitas lingkungan yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan di wilayah hulu.

“Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan bangsa. Ketika mereka kehilangan kemampuan untuk mengolah lahan dan menghasilkan pangan, maka yang terancam bukan hanya ekonomi keluarga petani, tetapi juga keberlanjutan pasokan pangan masyarakat,” ujar Abdul Rachman Thaha dalam keterangannya, Senin (29/06/2026).

Ia menilai kondisi yang terjadi saat ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga berpotensi mengancam stabilitas sektor pertanian dalam jangka panjang.

Berdasarkan keluhan masyarakat, sumber air yang selama ini digunakan untuk mengairi sawah mengalami perubahan kualitas. Air yang masuk ke areal pertanian diduga tercemar material lumpur dan sedimentasi sehingga mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi.

Akibatnya, banyak tanaman padi tumbuh tidak normal, batang menjadi kerdil, perkembangan akar terganggu, dan produktivitas sawah terus mengalami penurunan. Bahkan sebagian petani mengaku tidak lagi berani menanam karena khawatir mengalami kerugian yang lebih besar.

Selain menurunkan hasil panen, kondisi tersebut juga berdampak pada meningkatnya biaya produksi pertanian. Petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan tanaman, sementara hasil yang diperoleh jauh dari harapan.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Lahan yang sebelumnya produktif kini mengalami penurunan kemampuan produksi. Ada petani yang gagal panen, ada yang terpaksa menghentikan aktivitas bercocok tanam karena air yang menjadi sumber kehidupan pertanian sudah tidak lagi memberikan jaminan bagi keberhasilan tanaman mereka,” katanya.

Bertentangan dengan Semangat Asta Cita

Abdul Rachman Thaha menegaskan bahwa kondisi tersebut berbanding terbalik dengan visi besar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui program Asta Cita, khususnya pada sektor ketahanan pangan dan kemandirian pangan nasional.

Pemerintah pusat saat ini tengah mendorong peningkatan produksi pangan, optimalisasi lahan pertanian, serta perlindungan terhadap petani sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional.

Namun, menurutnya, cita-cita besar tersebut akan sulit tercapai apabila lahan-lahan produktif justru mengalami kerusakan dan petani kehilangan hak untuk mendapatkan lingkungan yang layak bagi kegiatan pertanian.

“Bagaimana mungkin kita berbicara tentang swasembada pangan dan ketahanan pangan khususnya di wilayah Sulteng jika petani tidak lagi dapat menanam dengan baik, negara harus hadir memastikan bahwa sektor pertanian terlindungi dari segala bentuk aktivitas yang berpotensi merusak sumber-sumber produksi pangan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa menjaga keberlangsungan lahan pertanian bukan semata-mata persoalan ekonomi masyarakat desa, melainkan bagian dari menjaga kedaulatan pangan bangsa.

LMP Wajib Dampingi Petani

Sebagai bentuk komitmen organisasi, MABES LMP meminta jajaran LMP Parigi Moutong untuk turun langsung melakukan pendataan, advokasi, serta pendampingan terhadap petani yang mengalami kerugian akibat dampak aktivitas pertambangan.

Pendampingan tersebut meliputi pengumpulan data kerusakan lahan, dokumentasi kerugian petani, hingga upaya memperjuangkan hak-hak masyarakat melalui jalur hukum yang tersedia.

“LMP harus hadir bersama rakyat. Ketika petani menghadapi kesulitan, organisasi harus berdiri di samping mereka, mendengar keluhan mereka, dan membantu memperjuangkan hak-hak yang hilang,” ujar Abdul Rachman Thaha.

Dorong Gugatan Class Action

Lebih lanjut, Abdul Rachman Thaha menyatakan bahwa apabila ditemukan bukti dan dasar hukum yang memadai terkait kerugian yang dialami masyarakat, maka petani memiliki hak untuk menempuh langkah hukum guna memperoleh keadilan.

Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah gugatan perwakilan kelompok (class action) melalui Pengadilan Negeri terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kerugian yang dialami petani.

“Kerugian yang dialami petani tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Jika hak-hak mereka hilang, sumber penghidupan mereka terganggu, dan produktivitas lahan menurun akibat suatu aktivitas yang merugikan masyarakat, maka ada mekanisme hukum yang dapat ditempuh untuk mencari keadilan dan pemulihan hak,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari langkah hukum bukan sekadar memperoleh ganti rugi, tetapi juga memastikan adanya pemulihan lingkungan, perlindungan terhadap lahan pertanian produktif, serta jaminan agar peristiwa serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

“LMP akan berdiri bersama petani. Ketahanan pangan tidak boleh dikorbankan. Hak-hak petani harus dipulihkan, lingkungan harus dijaga, dan negara harus memastikan bahwa pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan terhadap sumber kehidupan masyarakat,” pungkas Abdul Rachman Thaha.

  • Penulis: Bob

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Inspiratif tentang Gadget yang Mengubah Hidup Menjadi Lebih Baik

    Kisah Inspiratif tentang Gadget yang Mengubah Hidup Menjadi Lebih Baik

    • calendar_month Rab, 21 Feb 2024
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 368
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Perkembangan terkini perang Israel-Hamas: Opini anti-AS di negara-negara Arab meningkat seiring dukungan terhadap Israel

    Perkembangan terkini perang Israel-Hamas: Opini anti-AS di negara-negara Arab meningkat seiring dukungan terhadap Israel

    • calendar_month Jum, 9 Feb 2024
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 607
    • 0Komentar

    President Joe Biden was visiting Mother Emanuel AME Church in Charleston, South Carolina, on a campaign stop today when a group of war protesters interrupted his speech. “If you really care about the lives lost here, then you should honor the lives lost and call for a ceasefire in Palestine,” one protester shouted during his […]

  • Penutupan Gubernur Cup 2026, Isba Binangga Resmi Juara

    Penutupan Gubernur Cup 2026, Isba Binangga Resmi Juara

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik  – Lapangan Hijau Patriot Bambalemo, Kecamatan Parigi, menjadi saksi penutupan Turnamen Gubernur BERANI Cup 2026 yang berlangsung penuh tensi, Senin (16/2/2026). Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, hadir langsung menyaksikan partai final yang mempertemukan Isba Binangga kontra Alfath Family Masigi. Turnamen bergengsi tingkat Provinsi Sulawesi Tengah ini resmi ditutup oleh Gubernur […]

  • RP2KPKPK Dikebut, Bappelitbangda Tingkatkan Kesiapan Usulan Program Permukiman

    RP2KPKPK Dikebut, Bappelitbangda Tingkatkan Kesiapan Usulan Program Permukiman

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Peluang Kabupaten Parigi Moutong memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat untuk penanganan kawasan permukiman kumuh terus dipersiapkan melalui penyempurnaan dokumen perencanaan. Langkah tersebut dilakukan agar pemerintah daerah memiliki landasan yang kuat dalam mengajukan berbagai program peningkatan kualitas lingkungan permukiman pada tahun-tahun mendatang. Salah satu dokumen yang saat ini menjadi perhatian adalah Rencana […]

  • Ratusan SD di Parigi Moutong Diusulkan Dapat Program Revitalisasi Sekolah

    Ratusan SD di Parigi Moutong Diusulkan Dapat Program Revitalisasi Sekolah

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 94
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengusulkan lebih dari 300 Sekolah Dasar (SD) untuk mendapatkan peningkatan sarana dan prasarana melalui Program Revitalisasi Sekolah 2026. Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, menegaskan, tidak semua sekolah yang diusulkan akan menerima program revitalisasi karena penetapan penerima menyesuaikan dengan […]

  • Pra UKW di Banggai, Penguji Ingatkan Pelajari Regulasi Pers dan Tak Jadi Pendengung

    Pra UKW di Banggai, Penguji Ingatkan Pelajari Regulasi Pers dan Tak Jadi Pendengung

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BANGGAI, SEPERDETIK – Sekretaris PWI Sulawesi Tengah (Sulteng), Temu Sutrisno mengingatkan agar mempelajari materi yang akan diberikan saat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada Senin (7/9/2026) sampai Selasa (8/9/2026). Hal itu disampaikan Temu saat pra UKW di Sekretariat PWI Kabupaten Banggai, Jl Samratulangi, Kelurahan Soho, Kecamatan Luwuk. Peserta pra UKW merupakan 18 jurnalis dari Kabupaten Banggai, […]

expand_less