Renja OPD 2027 Disusun Lebih Terarah, Bappelitbangda Lakukan Pendampingan Intensif
- account_circle Seperdetik.id
- calendar_month Rab, 25 Feb 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar

Parigi Moutong, Seperdetik – Upaya meningkatkan kualitas dokumen perencanaan pembangunan daerah Tahun Anggaran 2027 terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda). Salah satu langkah yang ditempuh yakni memberikan asistensi teknis kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) agar program yang dirancang lebih terukur, terarah, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Kegiatan pendampingan tersebut menjadi bagian dari proses awal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Melalui asistensi ini, setiap perangkat daerah diarahkan agar mampu menyusun dokumen perencanaan yang mengacu pada visi pembangunan daerah, Rencana Strategis (Renstra) masing-masing OPD, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Nyoman Sudiara, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan untuk memastikan seluruh OPD memahami tahapan penyusunan Renja secara benar sehingga dokumen yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan tahun mendatang.
“Melalui asistensi ini kami ingin memastikan setiap OPD menyusun Renja sesuai mekanisme yang telah diatur dalam Permendagri Nomor 86. Seluruh tahapan mulai dari penyusunan Bab I hingga Bab V harus dipenuhi agar dokumen yang dihasilkan lengkap dan memiliki kualitas yang baik,” ujar Nyoman, Selasa (24/02/2026).
Menurutnya, Renja bukan sekadar daftar kegiatan tahunan, melainkan dokumen strategis yang harus mampu menggambarkan kesinambungan antara capaian pembangunan sebelumnya dengan sasaran yang akan diwujudkan pada tahun berikutnya. Oleh karena itu, seluruh usulan program harus disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan mendukung target pembangunan daerah.
Selain memastikan kesesuaian substansi program, Bappelitbangda juga meminta setiap OPD mulai menyusun kebutuhan anggaran secara rinci hingga pada tingkat subkegiatan. Penyusunan anggaran secara detail dinilai penting agar target kinerja yang telah ditetapkan memiliki dukungan pembiayaan yang memadai serta meminimalkan perbedaan antara rencana program dengan pelaksanaan anggaran.
“Setiap subkegiatan harus memiliki rincian kebutuhan belanja yang jelas. Dengan demikian, indikator kinerja, target yang ingin dicapai, serta dukungan anggarannya dapat disusun secara sinkron dan lebih mudah dievaluasi,” jelasnya.
Nyoman mengatakan penyusunan dokumen perencanaan tahun ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah yang menuntut efisiensi penggunaan anggaran. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta lebih selektif dalam mengusulkan program, dengan mengutamakan kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa setiap usulan program harus memiliki skala prioritas yang jelas, realistis, serta mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan perencanaan yang lebih efektif sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
“Situasi keuangan daerah mengharuskan kita menyusun program secara lebih cermat. Prioritas pembangunan harus benar-benar dipilih berdasarkan kebutuhan sehingga setiap rupiah anggaran dapat memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat,” katanya.
Setelah seluruh Renja OPD rampung disusun, dokumen tersebut akan melalui proses reviu oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melalui Inspektorat Kabupaten Parigi Moutong. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan seluruh dokumen telah memenuhi ketentuan administrasi maupun substansi sebelum dilanjutkan ke penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) masing-masing perangkat daerah.
Bappelitbangda berharap seluruh OPD dapat menyelesaikan penyusunan Renja sesuai jadwal yang telah ditetapkan sehingga proses penyusunan RKPD Tahun 2027 dapat berlangsung tepat waktu. Dengan dokumen perencanaan yang tersusun secara sistematis, pemerintah daerah optimistis pelaksanaan program pembangunan tahun depan akan lebih terintegrasi, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai bidang.
“Kami berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga RKPD Tahun 2027 tersusun dengan baik. Perencanaan yang berkualitas akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Nyoman.
- Penulis: Seperdetik.id

Saat ini belum ada komentar