Pengamanan Lebaran Diperkuat, Pemkab dan Polres Parimo Siapkan Operasi Ketupat 2026
- account_circle Seperdetik.id
- calendar_month Kam, 12 Mar 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar

Parigi Moutong, Seperdetik – Komitmen memperkuat keamanan dan pelayanan kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah ditunjukkan melalui pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Tinombala 2026 yang digelar di Markas Polres Parigi Moutong, Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Tinombala Tahap I Tahun 2026.
Apel dihadiri Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, instansi terkait, serta unsur pemerintah daerah yang akan terlibat dalam pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran.
Dalam kesempatan itu, Bupati membacakan amanat tertulis Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bagian dari proses memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas sektor sebelum dimulainya Operasi Ketupat 2026.
“Operasi ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menghadirkan rasa aman, nyaman, dan tertib bagi masyarakat selama pelaksanaan mudik maupun perayaan Hari Raya Idulfitri,” demikian kutipan amanat Kapolri yang dibacakan Bupati.
Dalam amanat tersebut juga dijelaskan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis guna menjaga stabilitas nasional, termasuk menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG agar kebutuhan masyarakat selama masa Lebaran tetap terpenuhi.
Kapolri juga mengingatkan bahwa Idulfitri menjadi salah satu momentum nasional yang mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Oleh karena itu, seluruh unsur pengamanan diminta memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berlangsung tanpa gangguan.
Operasi Ketupat 2026 sendiri akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, serta berbagai instansi pendukung.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.
Untuk mendukung kelancaran pelayanan, Polri menyiapkan 2.746 pos pelayanan, yang terdiri atas 1.624 Pos Pengamanan (Pospam), 779 Pos Pelayanan (Posyan), dan 343 Pos Terpadu yang akan difungsikan sebagai pusat informasi, pelayanan, serta pengamanan masyarakat selama masa angkutan Lebaran.
Selain pengamanan jalur transportasi, perhatian juga diarahkan pada ribuan lokasi strategis seperti tempat ibadah, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara.
Kapolri melalui amanatnya turut meminta seluruh personel meningkatkan patroli di kawasan yang dinilai rawan tindak kriminal, balap liar, aksi premanisme, hingga konflik antarkelompok. Pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta penyediaan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian juga menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Selain pengamanan di lapangan, strategi komunikasi publik diminta terus diperkuat agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai layanan kepolisian, rekayasa lalu lintas, hingga pemanfaatan layanan darurat 110.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Pekat Tinombala Tahap I Tahun 2026.
Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan Agustian Nugraha, mengatakan pemusnahan tersebut menjadi bukti keseriusan aparat dalam memberantas peredaran minuman keras yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Pemusnahan barang bukti ini merupakan bentuk komitmen Polres Parigi Moutong dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang Hari Raya Idulfitri,” tegas Kapolres.
Ia menjelaskan, barang bukti tersebut merupakan hasil Operasi Pekat Tinombala Tahap I yang berlangsung sejak 20 Februari hingga 5 Maret 2026.
Dari operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 665 liter minuman keras tradisional jenis cap tikus, 22 botol Bir Bintang, 13 botol minuman beralkohol berbagai merek, 24 botol minuman beralkohol merek Benteng, serta 21 botol minuman beralkohol merek Martin, yang kemudian dimusnahkan sebagai bagian dari penegakan hukum dan upaya menjaga keamanan wilayah.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2026 mampu memberikan jaminan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran bagi masyarakat Parigi Moutong selama menjalankan ibadah dan merayakan Hari Raya Idulfitri.
- Penulis: Seperdetik.id

Saat ini belum ada komentar