Pra UKW di Banggai, Penguji Ingatkan Pelajari Regulasi Pers dan Tak Jadi Pendengung
- account_circle Seperdetik.id
- calendar_month Ming, 6 Sep 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar

BANGGAI, SEPERDETIK – Sekretaris PWI Sulawesi Tengah (Sulteng), Temu Sutrisno mengingatkan agar mempelajari materi yang akan diberikan saat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada Senin (7/9/2026) sampai Selasa (8/9/2026).
Hal itu disampaikan Temu saat pra UKW di Sekretariat PWI Kabupaten Banggai, Jl Samratulangi, Kelurahan Soho, Kecamatan Luwuk.
Peserta pra UKW merupakan 18 jurnalis dari Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut.
Selama dua hari, mereka akan mengikuti UKW untuk kategori muda, madya, dan utama.
Temu menjadi menuturkan, saat menjadi penguji sudah dua wartawan Kabupaten Banggai dinyatakan tidak kompeten.
“Di Palu sudah tiga orang,” kata Temu yang menjadi penguji di UKW ini.
Ia memaparkan, peserta perlu memahami perundang-undangan terkait pers. Kemudian untuk kategori madya perlu mengetahui cara menyusun perencanaan liputan investigasi dan feature.
Selain itu, sebagai wartawan yang akan mengikuti UKW kategori utama perlu mempelajari tajuk dan rubrikasi.
“Hanya itu materi yang kami berikan,” ujarnya.
Penguji lainnya, Mahmud Matangara meminta wartawan lebih berkreasi dan meningkatkan kualitas.
“Perlu diketahui membuat feature, tajuk rencana,” tuturnya.
Menulis, kata dia, jangan asal jadi. Ia menenkankan teras berita atau lead agar merangku seluruh isi berita dengan narasi lebih singkat.
“Adanya ujian ini untuk menguji kapasitas, kapabilitas,” terangnya.
Temu juga meminta agar wartawan tak menjadi buzzer atau pendengung. Hal itu berpotensi mengikis independensi.
Temu dan Mahmud juga memberikan penjelasan terkait perbedaan media massa dan media sosial.
Sejak pra UKW dan sampai UKW, PWI Kabupaten Banggai berkolaborasi dengan JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) di bawah pengawasan SKK Migas.
- Penulis: Seperdetik.id
- Editor: Bob

Saat ini belum ada komentar