Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » PN Parigi Nyatakan Gugatan Hartono terhadap Bupati Parigi Moutong Tidak Dapat Diterima

PN Parigi Nyatakan Gugatan Hartono terhadap Bupati Parigi Moutong Tidak Dapat Diterima

  • account_circle Seperdetik.id
  • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
  • visibility 210
  • comment 0 komentar

PARIGI MOUTONG – Pengadilan Negeri (PN) Parigi menyatakan gugatan warga negara (Citizen Lawsuit/CLS) yang diajukan Hartono Taharudin terhadap Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, tidak dapat diterima dalam sidang putusan perkara Nomor 42/Pdt.G/2026/PN Prg yang digelar pada Rabu, (3/6/2026).

Majelis hakim menyatakan gugatan tersebut tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard) karena syarat formil pengajuan gugatan warga negara belum terpenuhi. Selain itu, penggugat juga dihukum membayar biaya perkara sebesar Rp163.000.

“Ini menjadi putusan akhir. Dalam amar putusan, pertama menyatakan gugatan warga negara dari penggugat tidak dapat diterima. Kedua, menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp163.000,” kata Humas PN Parigi, Herma Santika Girsan, usai sidang.

Menurut Herma, putusan tersebut didasarkan pada pertimbangan syarat formil sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Mahkamah Agung Nomor 36/KMA/SK/II/2013 tentang Pemberlakuan Pedoman Penanganan Perkara Lingkungan Hidup.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum gugatan warga negara diajukan ke pengadilan. Namun, dalam perkara tersebut, syarat formil yang diatur pada huruf e, f, dan g belum terpenuhi.

Salah satu pertimbangan majelis hakim adalah notifikasi atau pemberitahuan yang disampaikan penggugat kepada pihak tergugat belum memenuhi tenggang waktu 60 hari sebelum gugatan didaftarkan ke pengadilan.

“Karena notifikasi wajib diajukan dalam jangka waktu 60 hari sebelum gugatan didaftarkan, dan ketentuan itu bersifat wajib. Oleh karena itu, syarat formil gugatan dinilai belum terpenuhi,” jelasnya.

Sidang putusan tersebut dihadiri langsung oleh penggugat, Hartono Taharudin, sedangkan pihak tergugat diwakili kuasa hukumnya, Mohammad Rafly.

Menanggapi putusan tersebut, Hartono mengaku masih mempertimbangkan langkah hukum lanjutan, baik mengajukan banding maupun mendaftarkan kembali gugatan setelah syarat tenggang waktu pemberitahuan 60 hari terpenuhi.

“Kami masih pikir-pikir apakah akan banding atau mengajukan gugatan kembali. Karena yang menjadi persoalan hanya terkait masa pemberitahuan 60 hari,” ujar Hartono.

Ia menuturkan, hingga saat ini somasi yang telah dilayangkan kepada Bupati Parigi Moutong belum mendapatkan tanggapan. Karena itu, pihaknya masih menunggu masa inkrah selama 14 hari sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

“Apalagi somasi kami sampai sekarang belum dibalas. Makanya kami masih menunggu 14 hari masa inkrah, apakah akan banding atau mengajukan gugatan lagi karena nantinya sudah memenuhi 60 hari,” katanya.

Meski demikian, Hartono mengaku menerima putusan majelis hakim dan mengakui bahwa gugatan yang diajukan memang belum memenuhi ketentuan tenggang waktu 60 hari sebagaimana dipersyaratkan dalam mekanisme gugatan warga negara.

Namun, ia menilai belum adanya respons terhadap somasi yang telah disampaikan dapat menjadi pertimbangan untuk menempuh upaya hukum selanjutnya.

“Tapi saya rasa ini menjadi kode bagi pemerintah daerah untuk berbenah. Kalau ada upaya dari pemerintah daerah untuk membalas somasi kami, mungkin kami akan mempertimbangkan kembali untuk mengajukan gugatan,” pungkasnya.

Diketahui, gugatan warga negara tersebut diajukan terhadap Bupati Parigi Moutong karena dinilai lalai melakukan pemeliharaan pohon dan fasilitas publik yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.

Gugatan itu berkaitan dengan peristiwa pohon tumbang di Jalan Lida Gimba, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, yang mengakibatkan dua warga meninggal dunia. Selain itu, satu korban lainnya mengalami luka berat dan sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. *Red

  • Penulis: Seperdetik.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hardiknas 2026, Pemkab Parigi Moutong Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan

    Hardiknas 2026, Pemkab Parigi Moutong Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 87
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menjadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan di daerah. Komitmen itu ditegaskan dalam upacara Hardiknas yang dipimpin langsung Bupati Parigi Moutong di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (2/5/2026). Dalam upacara tersebut, bupati bertindak sebagai inspektur upacara […]

  • Banjir Rendam Jalur Trans Sulawesi di Balinggi, Polisi Berlakukan Sistem Buka-Tutup Arus Lalu Lintas

    Banjir Rendam Jalur Trans Sulawesi di Balinggi, Polisi Berlakukan Sistem Buka-Tutup Arus Lalu Lintas

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle Aditya
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Parigi Moutong – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan Desa Balinggi, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Senin (4/5/2026), memicu terjadinya banjir yang merendam akses jalan Trans Sulawesi di Dusun Palasari. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Wita, akibat meluapnya debit air Sungai Uwetua yang berada di perbatasan Desa Balinggi, Kecamatan Balinggi dan Desa […]

  • Irwan: Sosialisasi Program Kesehatan Perlu Diperluas agar Tepat Sasaran

    Irwan: Sosialisasi Program Kesehatan Perlu Diperluas agar Tepat Sasaran

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus melakukan pembenahan sektor kesehatan melalui penguatan koordinasi lintas instansi guna memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, merata, dan berkualitas. Upaya tersebut dilakukan dengan mengevaluasi pelaksanaan berbagai program kesehatan sekaligus menyinkronkan kebijakan daerah dengan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. Komitmen tersebut […]

  • Sungai Lambunu Keruh Dampak PETI, Warga Desak APH dan Bupati Parimo Bertindak

    Sungai Lambunu Keruh Dampak PETI, Warga Desak APH dan Bupati Parimo Bertindak

    • calendar_month Ming, 20 Sep 2026
    • account_circle Mon
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (Peti) di Desa Lambunu Utara, Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), diduga kuat berdampak serius terhadap kondisi Sungai Lambunu. Dari pantauan visual, air sungai tampak keruh merah dan kecokelatan dengan arus yang membawa material lumpur, menandakan tingginya sedimentasi. Selain perubahan warna, badan sungai […]

  • Disdikbud Parigi Moutong Minta Sekolah Selaraskan RKAS dengan Program Prioritas Pendidikan

    Disdikbud Parigi Moutong Temukan Pelanggaran Tata Tertib pada Pelaksanaan TKA

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 95
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong menemukan sejumlah pelanggaran tata tertib dan kendala teknis dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang pertama tahap satu dan dua. Temuan itu mencuat setelah Disdikbud melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang telah menyelesaikan pelaksanaan ujian. Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan evaluasi dilakukan […]

  • Ibrahim disdik

    Jelang TKA 2026, Disdikbud Parigi Moutong Larang Mutasi Siswa Kelas VI

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 185
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong melakukan verifikasi faktual (verfak) dan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas VI Sekolah Dasar Tahun Ajaran 2025–2026. Pelaksanaan TKA dijadwalkan pada Maret–April 2026. Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, menegaskan agar orang tua tidak memindahkan […]

expand_less