Tradisi Melasti di Bolano Lambunu Diharapkan Perkokoh Nilai Dharma dan Kebangsaan
- account_circle Seperdetik.id
- calendar_month Sel, 17 Mar 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar

Parigi Moutong, Seperdetik – Nilai-nilai spiritual, pelestarian budaya, dan semangat hidup rukun menjadi pesan utama yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong pada pelaksanaan prosesi Melasti dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kegiatan keagamaan umat Hindu tersebut berlangsung khidmat di Desa Siendeng, Kecamatan Bolano Lambunu, Selasa (17/03/2026).
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, hadir mewakili Bupati H. Erwin Burase sekaligus membacakan sambutan resmi pemerintah daerah di hadapan umat Hindu, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah yang mengikuti rangkaian upacara suci tersebut.
Dalam sambutannya, pemerintah daerah menyampaikan penghargaan kepada seluruh umat Hindu yang terus menjaga dan melestarikan tradisi keagamaan sebagai bagian dari kekayaan budaya yang tumbuh di Kabupaten Parigi Moutong.
Menurut Abdul Sahid, prosesi Melasti bukan hanya ritual menjelang Hari Raya Nyepi, tetapi juga mengandung makna mendalam sebagai proses penyucian diri lahir dan batin serta upaya membangun keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
“Melasti mengajarkan kita untuk membersihkan hati, pikiran, dan perilaku dari segala sifat negatif agar kehidupan menjadi lebih damai, harmonis, serta penuh kebijaksanaan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk,” ujarnya.
Ia mengatakan, keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Kabupaten Parigi Moutong merupakan modal sosial yang harus terus dipelihara. Karena itu, setiap kegiatan keagamaan diyakini mampu mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkuat toleransi yang selama ini telah terbangun dengan baik.
Menurutnya, menjaga kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat agar kehidupan yang aman, damai, dan saling menghormati dapat terus terwujud.
“Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun daerah. Dengan saling menghargai dan menjaga persaudaraan, kita dapat menciptakan Parigi Moutong yang semakin harmonis dan sejahtera,” katanya.
Selain mengangkat nilai spiritual, pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Abdul Sahid menilai kawasan pantai dan laut yang menjadi lokasi pelaksanaan Melasti harus tetap dipelihara kebersihan dan kelestariannya karena merupakan bagian dari warisan alam yang memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat.
“Alam memberikan manfaat besar bagi kehidupan kita. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana merupakan tanggung jawab bersama demi generasi yang akan datang,” tuturnya.
Ia berharap rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dapat semakin meningkatkan kualitas kehidupan spiritual umat Hindu, memperkuat pengamalan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkokoh kontribusi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung seluruh aktivitas keagamaan yang mampu mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
“Semoga semangat gotong royong, persatuan, dan toleransi terus menjadi fondasi kita bersama dalam mewujudkan Parigi Moutong yang maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui Gerbang Desa,” pungkasnya.
Prosesi Melasti berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan dihadiri Asisten III Administrasi Umum Yusnaeni, Plt. Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Sofiana, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Enang, Plt. Kepala Dinas Kominfo Hairudin, Kepala Bagian Kesra Setda, Kapolsek Bolano Lambunu, Camat Bolano Lambunu, Kepala Desa Siendeng, jajaran PHDI tingkat kecamatan dan desa, WHDI, serta tokoh adat dan masyarakat setempat.
- Penulis: Seperdetik.id

Saat ini belum ada komentar