Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Distribusi dan Kualifikasi Guru Masih Jadi Tantangan Pendidikan di Parigi Moutong

Distribusi dan Kualifikasi Guru Masih Jadi Tantangan Pendidikan di Parigi Moutong

  • account_circle Seperdetik.id
  • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
  • visibility 134
  • comment 0 komentar

PARIGI MOUTONG – Di balik capaian positif sektor pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong sepanjang 2025, persoalan tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong menunjukkan, distribusi guru dan kualifikasi tenaga pendidik masih belum ideal.

Padahal, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh akses sekolah dan kualitas layanan, tetapi juga oleh ketersediaan guru yang kompeten dan tersebar merata.

Plt Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, mengatakan, aspek tenaga pendidik masih menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Menurut dia, tantangan pada sektor guru perlu menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap proses pembelajaran di sekolah.

Data Disdikbud mencatat, persentase guru berkualifikasi sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) baru mencapai 53,54 persen. Sementara target yang ditetapkan berada di angka 69,82 persen. Di sisi lain, distribusi guru sesuai standar juga tercatat masih berada pada angka 56,48 persen dari target 82,14 persen.

Sekilas, angka realisasi itu terlihat masih cukup jauh dari target yang diharapkan. Namun, dalam laporan evaluasi kinerja, kedua indikator tersebut justru tercatat memiliki capaian tinggi, masing-masing 130,41 persen dan 145,43 persen.

Sunarti menjelaskan, tingginya capaian indikator itu disebabkan oleh metode perhitungan yang mengacu pada standar pelayanan minimal yang berbeda. Dengan kata lain, secara administratif indikator dinilai melampaui target, tetapi secara faktual tantangan distribusi dan kualitas guru masih ada.

“Indikator kualitas layanan pendidikan menunjukkan tren yang sangat baik, baik dari sisi akreditasi maupun standar pelayanan,” kata Sunarti di Parigi, Jumat (1/5/2026).

Dalam praktiknya, persoalan distribusi guru sering kali berkaitan dengan ketimpangan penempatan tenaga pendidik antar wilayah. Sekolah-sekolah yang berada di wilayah perkotaan atau pusat kecamatan cenderung lebih mudah memenuhi kebutuhan guru, sementara sekolah di daerah terpencil masih menghadapi keterbatasan.

Kondisi geografis Kabupaten Parigi Moutong yang cukup luas, dengan bentang wilayah dari pesisir hingga pegunungan, menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan tenaga pendidik.

Ketimpangan distribusi guru dapat berdampak pada kualitas pembelajaran, terutama di sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar atau harus mengandalkan guru dengan beban kerja berlebih.

Selain distribusi, persoalan kualifikasi guru juga menjadi faktor penting. Guru dengan kompetensi yang sesuai standar memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Dalam konteks pendidikan, kualitas guru menjadi fondasi utama dalam membentuk kualitas lulusan.

Sunarti menegaskan, capaian indikator yang baik tidak boleh membuat pemerintah daerah mengabaikan persoalan mendasar di lapangan. Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga pendidik harus menjadi bagian dari agenda berkelanjutan.

“Kami telah mencapai target yang ditetapkan, namun capaian tersebut tidak boleh membuat kita terlena. Apa yang sudah diraih harus terus ditingkatkan, dengan menetapkan target yang lebih tinggi di masa mendatang,” ujarnya.

Bagi Disdikbud, upaya perbaikan ke depan tidak hanya berkutat pada pemenuhan jumlah guru, tetapi juga peningkatan kapasitas dan pemerataan penempatan.

Pelatihan, peningkatan kompetensi, serta penataan distribusi guru dinilai menjadi langkah penting agar kualitas layanan pendidikan bisa dirasakan lebih merata.

Sunarti berharap, perbaikan pada sektor tenaga pendidik dapat berdampak langsung pada peningkatan prestasi siswa.

Sebab, menurut dia, guru adalah salah satu faktor paling menentukan dalam membangun daya saing generasi muda.

“Selain memastikan tidak ada anak putus sekolah, kita juga harus meningkatkan prestasi. Outputnya adalah menciptakan anak yang mampu bersaing dengan daerah lain, sehingga di manapun mereka menimba ilmu, mereka bisa masuk sesuai harapan,” kata Sunarti.*

  • Penulis: Seperdetik.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Ketahanan Pangan, Wabup Hadiri Panen Raya Jagung di Desa Lobu Mandiri.

    Perkuat Ketahanan Pangan, Wabup Hadiri Panen Raya Jagung di Desa Lobu Mandiri.

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Parigi Moutong,Seperdetik – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong Dan Pemerintah Desa Lobu Mandiri Kecamatan Parigi Barat Melaksanakan Panen Raya Jagung, Dari Desa Untuk Ketahanan Pangan Daerah. Kegiatan Tersebut Dilaksanakan di Desa Lobu Mandiri Kecamatan Parigi Barat, Sabtu (30/01/2026) Dalam sambutannya Wabup menyampaikan Panen raya hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan simbol dari […]

  • Pra UKW di Banggai, Penguji Ingatkan Pelajari Regulasi Pers dan Tak Jadi Pendengung

    Pra UKW di Banggai, Penguji Ingatkan Pelajari Regulasi Pers dan Tak Jadi Pendengung

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BANGGAI, SEPERDETIK – Sekretaris PWI Sulawesi Tengah (Sulteng), Temu Sutrisno mengingatkan agar mempelajari materi yang akan diberikan saat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada Senin (7/9/2026) sampai Selasa (8/9/2026). Hal itu disampaikan Temu saat pra UKW di Sekretariat PWI Kabupaten Banggai, Jl Samratulangi, Kelurahan Soho, Kecamatan Luwuk. Peserta pra UKW merupakan 18 jurnalis dari Kabupaten Banggai, […]

  • Pemkab Parimo Tebar Kepedulian, Pesantren dan Panti Asuhan Terima Bantuan Sembako

    Pemkab Parimo Tebar Kepedulian, Pesantren dan Panti Asuhan Terima Bantuan Sembako

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Semangat berbagi dan mempererat tali persaudaraan mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong di Rumah Jabatan Bupati, Minggu (15/03/2026). Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada sejumlah pondok pesantren dan panti asuhan sebagai bentuk kepedulian terhadap lembaga pendidikan keagamaan dan sosial selama […]

  • Ratusan Anak PAUD Parigi Moutong Ikuti Karnaval Hardiknas 2026 di Parigi

    Ratusan Anak PAUD Parigi Moutong Ikuti Karnaval Hardiknas 2026 di Parigi

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 121
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG – Sebanyak 59 kontingen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terdiri atas Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) se-Kecamatan Parigi mengikuti pawai karnaval dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Toraranga, Parigi, Sabtu (1/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di depan Perpustakaan Daerah Parigi itu berlangsung meriah meski sempat diguyur hujan. […]

  • Pemerataan Pendidikan Jadi Prioritas, Bappelitbangda Siapkan Beragam Program Bantuan

    Pemerataan Pendidikan Jadi Prioritas, Bappelitbangda Siapkan Beragam Program Bantuan

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle Seperdetik.id
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, Seperdetik – Program bantuan pendidikan menjadi salah satu prioritas yang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kebijakan tersebut dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memperluas kesempatan anak-anak memperoleh layanan pendidikan yang layak. Kebijakan tersebut disiapkan melalui perencanaan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) dengan menitikberatkan pada […]

  • PETI Kembali Marak di Sausu Torono, Petani Mengeluh: Kapolda dan Kapolres Baru Diharapkan Bertindak!

    PETI Kembali Marak di Sausu Torono, Petani Mengeluh: Kapolda dan Kapolres Baru Diharapkan Bertindak!

    • calendar_month Rab, 21 Okt 2026
    • account_circle BoM
    • visibility 40
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG, SEPERDETIK — Kembali maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Dusun Mentawa, Desa Sausu Torono, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadi ujian bagi pengawasan dan penegakan hukum di wilayah tersebut. Aktivitas penambangan yang dilaporkan berlangsung di sejumlah titik di pinggiran sungai itu dikeluhkan petani karena menyebabkan air menjadi keruh dan […]

expand_less